Royindralesmana's Weblog

Entries categorized as ‘Supply Chain Logistic’

Mengenal Supply Chain Management

June 20, 2009 · Leave a Comment

Supply Chain Management atau SCM bukan istilah yang asing lagi. Instilah ini sudah banyak beredar didunia industri, baik jasa maupun barang. Ketika mendengar istilah Supply Chain Management, pikiran kita langsung tertuju pada Urusan Logistik. tetapi ternyata pikiran tersebut salah. Logistik itu merupakan bagian dari Supply Chain Management.

Apa itu Supply Chain Management ?
menurut saya, dari berbagai pengertian dan dari berbagai buku yang ada, pengertian dibawah ini yang lebih tepat untuk Supply Chain Management. yaitu :
A supply chain is a sequence of processes and flows that take place within and between different supply chain stages and combine to fill a customer need for a product.
(Sunil Chopra & Peter Meindl, 2001)

Within and Between , kata yang digarisbawahi tersebut sangat penting dalam memahami Supply Chain Management. jadi Supply Chain Management adalah Strategi pengaturan dan pengontrolan tahapan dan aliran dari pemenuhan kebutuhan customer terhadap suatu produk pada setiap rantai pasokan, pengaturan dan pengontrolan yang dilakukan pada setiap stage dari perusahaan sendiri maupun dari rekanan perusahaan yang masih berhubungan.

Within yaitu Company Focus, dimana proses pengaturan dan pengontrolan dilakukan fokus dalam intern perusahaan, dan Between yaitu Networking Fokus, dimana proses pengaturan dan pengontrolan dilakukan terhadap perusahaan rekanan.

Apa bedanya Logistik dengan Supply Chain Management ?

  • Logistik : aliran barang/jasa dan informasi terkait secara efektif dan efisien dari titik awal hingga titik konsumsi dalam rangka memenuhi kebutuhan kosumen.
  • Lingkup Logistik : pemrosesan order, pengendalian inventory, pembelian, pergudangan dan distribusi/transportasi.
  • Logistik merupakan salah satu fungsi perusahaan dan suatu proses antar organisasi.
  • Logistik merupakan bagian dari proses supply chain.

Categories: Supply Chain Logistic

Part Requisition Procedures

March 1, 2009 · Leave a Comment

Figure 1. Work Flow Part Requisition Procedures

Gambar diatas merupakan diagram kerja dari Part Requisition Procedures. Pola kerja dari diagram diatas adalah sebagai berikut :

  • User dalam hal ini asal muasal Part Requisition berasal ada 2, yaitu dari Field Engineer dan dari PPC atau Technical Services. Seorang Field Engineer membuat part request didasarkan pada pengerjaan perawatan pesawat dalam On Condition dan atau kekurangan part pada Schedule Maintenance. Ketika meminta sebuah spareparts, Seorang Storeman harus melihat historical dari parts tersebut, apakah pernah terecord di sistem atau pernah ada pergantian ? Apabila belum pernah terecord di sistem, part yang di request harus diinfokan secara detail. Informasi yang diperlukan antara lain :
    • Part Number
    • Description
    • Manual / IPC reference
    • Quantity
    • Tanggal dibutuhkan
    • Reason of Part Request, Schedule maintenance or Defect
    • Manufacture dan Model number jika ada
  • Setelah Storeman menerima part request dengan jelas dari user, Storeman mengecheck availability dari part tersebut distorenya, apabila part tersebut terdapat di store tersebut, Storeman kemudian menerbitkan daily issued dan melakukan issued di distemnya. Setelah di issued, stock level di store tersebut akan terlihat, apakah sudah mencapai Minimum Stock Level atau belum. Dan Apabila sparepart tersebut sudah mencapai Minimum Stock Level atau part tersebut tidak ada di store, maka Storeman menerbitkan Part Request untuk diberikan ke Material Planner.
  • Setelah Material Planner menerima Part Request dari remote base, Material Planner mereview part request tersebut, apabila part tersebut belum pernah ada sebelumnya dan masih diragukan dan diperlukan pertimbangan teknis atau pertimbangan untuk menambah inventory, Part request tersebut diserahkan ke Technical Services / Engineering / Logistic Manager untuk direview dan diberikan approval. Dan apabila part tersebut sudah ada di system, Material Planner mengecheck availability dari semua store, dan melihat efektifitas dan efisiensi dari pengadaan spareparts tersebut. Faktor yang diperhatikan antara lain yaitu :
    • Waktu ketersediaan sparepart tersebut, reorder dari supplier atau transfer antar remote base.
    • Quantity yang diperlukan untuk diorder atau di transfer.

    Apabila diperlukan order dari supplier, maka Material Planner harus membuat Part Request lagi untuk difollow up oleh Procurement. Dalam pembuatan part request, Material Planner harus memperhatikan beberapa factor berikut :

    • Alternate part number jika ada
    • Quantity yang di order tergantung dari jumlah pesawat yang menggunakan part tersebut dan jumlah yang digunakan pada masing-masing pesawat
    • Frekuensi dari penggunaan part tersebut
  • Setelah menerima Part Request dari Material Planner, Procurement mencari supplier yang bisa memberikan penawaran untuk part yang diminta dan memilihnya yang paling cepat, murah dan berkualitas. Kemudian Procurement menerbitkan Purchase Order atau Exchange Oder atau Repair Order atau Loan Order kepada supplier yang terpilih dengan approval dari Logistic Manager. Procurement juga mengatur pembayaran ke supplier dan menyelesaikan invoicenya dengan finance division. Procurement menentukan dan memberikan shipping instruction yang terbaik untuk order tersebut dan juga memonitor shipment tersebut sampai diterima dengan baik oleh receiving inspector.
  • Setelah barang diterima, Receiving inspector mengecheck fisik dan document sparepart tersebut, apabila part tersebut direject oleh receiving, Part tersebut kemudian di follow up kembali oleh procurement untuk diterbitkan warranty issue ke supplier. Dan untuk part yang telah diterima, Material Planner memberikan instruksi untuk pengalokasian sparepart tersebut ke remote base.

 

[Bersambung…..]

Aircraft Operator Supply Chain Logistic, Track and Trace using Integrated Aviation Software (IAS)

Categories: Supply Chain Logistic

Integrated Aviation Software (IAS)

March 15, 2008 · 3 Comments

Integrated Aviation Software atau yang lebih akrab disingkat IAS, merupakan salah satu software yang banyak digunakan di perusahaan yang bergerak dibidang penerbangan atau aviation. Sesuai dengan namanya, software ini “mengayomi” keperluan semua departemen atau bidang pekerjaan di perusahaan penerbangan. seperti bagian maintenance, logistik, finance, inventory, GSE, dll.

Toolbar yang terdapat dalam IAS versi 3, yaitu : Inventory, Purchasing, Accounts, Maintenance, Work Order, Work Packs, Operations, Logs, GSE, Mobile Barcoding, ODBC dan Sales. dari beberapa toolbar tadi, kita bisa gunakan secara maksimum untuk membantu pekerjaan di perusahaan penerbangan. IAS tersebut disajikan secara live atau terintegrasi pada semua komputer yang mau mempergunakan software tersebut.

Siklus logika pada software tersebut sudah sangat baik, tapi terkadang dibutuhkan logika tepat dan akurat untuk menyelesaikan kasus2 agar ter-record secara tepat disistem tersebut.

Contoh proses di IAS, misalnya OOP-035 yaitu pengerjaan pada pelepasan Tail Rotor Drive Shaft, pada kode OOP-035, bisa kita lihat didalamnya referensi dari pekerjaan tersebut, waktu pelaksanaan dan juga siklus pengerjaannya. pada OOP-035 juga kita bisa lihat sparepart dan tools apa saja yang diperlukan, dll.

IAS bisa me-record semua pesawat yang dimiliki perusahaan, bisa meng-inventory sparepart yang dimilki, dan sparepart yang terpasang dipesawat. dan juga bisa mengontrol riwayat sparepart tersebut, seperti due to overhaul, due to inspection, dll. baik berdasarkan flight hours maupun berdasarkan Calender Times.

Categories: Supply Chain Logistic
Tagged: , , , ,