Nasihat Seorang Supir Taksi

Hari sabtu, tepatnya tanggal 15 Maret 2008. Saya bersama 2 orang temen saya rencananya mu nyari2 laptop, kebetulan pas waktu itu ada pameran di JACC. Kita bertiga berangkat dari daerah sekitar UKI, karena kita bertiga gak tau betul kedaerah itu, akhirnya kita bertiga memutuskan untuk naek taksi saja, biar gak muter gak jelas. Akhirnya kita pake taksi.

Naiklah kita taksi, taksi tersebut warnanya biru, you know lah, what I mind ???. taksi tersebut masih baru, meskipun sedan kaluaran baru produksi Toyota, tapi interior yang digunakan taksi tetep saja interior sederhana. Disepanjang jalan menuju JACC, sopir taksi tersebut banyak bercerita tentang kehidupan. Percaya gak percaya, anaknya 12 orang, umurnya hampir 60 tahun.

Karena saya bukan penulis handal yang bisa melukiskan cerita dengan pena. Jadi mohon maaf klo cerita saya gak bisa mendeskripsikan apa yang dinasihatkan beliau.

Siapa beliau itu ?

Dulu saya ini seorang pemabuk, sekolah SD saja saya gak tamat, Tapi saya orang yang mau bekerja dan belahar, yah walhasil banyak kemampuan yang saya milki, dan saya juga senang bergaul alias bermasyarakat. Saya nikah usia 22 dan istri saya waktu itu usia 21. Meskipun saya udah coba ikut program pemerintah yaitu KB, tapi tetap saja Allah mengkaruniai berkah pada saya dengan dikaruniai 12 orang anak.

Bagaimana cara beliau berubah kepribadian ?

Saya dulu sering nongkrong sama temen-temen, baik di Pool, maupun di warung kopi, kalau ngumpul2 gak karuan yah biasalah, seteguk dua teguk kita minum minuman keras. Saya ini tipe orang yang jarang banget berobat kedokter / rumah sakit. Kecuali kalau sakitnya udah parah2 banget. Sampe suatu ketika saya sakit, lalu di check kedokter, setelah pemeriksaan, dokter bilang saya sakit ginjal, ada kayak semacam batu segede biji nangka katanya, dokter bilang ini harus di operasi, dan biayanya sangat mahal buat saya. Saya bercerita ketemen2 pergaulan saya, salah satunya tukang jamu. Ini salah satu sifat rahman rahim Allah, dan juga mungkin salahsatu berkah dari silaturahmi, seorang temen saya tukang jamu, dia mau pulang ke Jogjakarta dan kembali lagi ke Jakarta, hanya untuk ngembil beberapa lembar daun untuk obat saya, padahal saya tidak kasih beliau duit sedikitpun, akhirnya tiap hari saya rebus daun tersebut lalu saya minum, terus saja saya minum, dengan sedikit demi sedikit saya mulai sadar, bahwa ini cobaan dari Allah. Seminggu menjelang operasi di dokter, lalu saya di periksa lagi, dan suatu keajaiban, penyakit ditubuh yang segede biji nangka itu hilang, hancur dan larut kedalam air seni saya, Subhanallah, ini adalah sebuah keagungan Allah. Setelah beberapa bulan saya berhenti minum minuman keras, lalau tiap saya nongkrong bareng temen2, saya ditawarin minum, untuk menghargai mereka, saya coba minum lagi, dan suatu keanehan, tiap saya minum minuman keras, kencing saya sakit banget, dan sembuh lagi setelah saya istigfar pada Allah. Akhirnya sampai sekarang saya gak pernah minum minuman keras lagi“.

Prinsip kerja beliau ?

Saya orang yang suka pindah2 kerja, kalau kerjaan udah gak sreg dengan hati saya, saya pindah, padahal ijazah SD saja saya gak punya, tapi saya percaya klo rezeki itu tuhan yang menentukan, Nasib itu kita yang menentukan, kalau Takdir Allah yang menentukan. Temen2 di kerjaan saya sekarang banyak yang Sarjana atau Insinyur, saya bilang kemereka, jangan lah kau pake itu gelar, itu sama saja dengan mencoreng muka kau, apakah kau mau disamakan dengan ku yang gak punya ijazah SD????, tiap saya kerja, saya mencintai pekerjaan saya, saya gak takut kehilangan pekerjaan di perusahaan, karena masih banyak yang bisa saya lakukan, banyak kemampuan saya, jadi saya kerja dengan professional, gak takut akan kehilangan pekerjaan. Dan Allah telah mengatur rizki setiap umatnya, tapi itu sangat sangat sangat rahasia, dan tiada orang yang tau, kalau orang yang tidur dikolong jembatan aja masih bisa makan, dan mereka tidak kena malaria atau demam berdarah, itu berarti pertanyaan buat kita yang tinggal nyaman, ada apa dengan harta kita????

Sebenarnya masih banyak yang diceritakan beliau yang amat sangat bermanfaat, beliau adalah seorang sopir taksi Blue Bird, yang Poolnya di halim. Sekarang beliau lagi mencoba berjuang bersama temen-temennya, agar perusahaan taksi tersebut mau memberikan Jamsostek untuk karyawannya.

Mudah-mudahan refleksi cerita diatas bisa jadi nasihat khusunya buat saya pribadi, guna mencapai “Fid Dunya wa Fil Akhirati Hasanah”………,

 

2 responses to “Nasihat Seorang Supir Taksi

  1. Terima kasih Roy atas ceritanya yang inspiratif. Jg atas commentnya di blog taharica.

  2. Roy… itu kan elu, gw ama diah, ya kan??
    salutlah ama loe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s